Kediri raya
Welkom bij de pagina over Kediri Raya! Hier delen we informatie over evenementen die de rijke cultuur van Kediri en omgeving vieren. Bezoekers kunnen hier meer te weten komen over komende evenementen en de culturele achtergrond van deze regio. We hopen veel bezoekers te verwelkomen en hen een onvergetelijke culturele ervaring te bieden.
Selamat datang di halaman tentang Kediri Raya! Di sini kami berbagi informasi mengenai acara yang merayakan kekayaan budaya Kediri dan sekitarnya. Pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang acara mendatang dan latar belakang budaya wilayah ini. Kami berharap dapat menyambut banyak pengunjung dan memberi mereka pengalaman budaya yang tak terlupakan.
Ingestuurd door: Heksa Dalem Semar en pemenang Yemima Linawati.Foto2 keren para pemenang Lomba Foto Berkebaya di nDalem Semar Minggu 25 Agt 2024. Selamat untuk para pemenang dan Trimakasih untuk partisipasi para peserta lainnya. Mari ber-sama2 kita gelorakan lg pemakaian Busana Nusantara khususnya Kebaya & Sanggul di Indonesia tercinta
Coole foto's van de winnaars van de Berkebaya Photo Contest bij nDalem Semar op zondag 25 augustus 2024. Gefeliciteerd aan de winnaars en bedankt voor de deelname van de andere deelnemers. Laten we samen het gebruik van Nusantara-kleding vieren, vooral Kebaya & Buns in ons geliefde Indonesië
Jadilah alasan seseorang tersenyum hari ini
Aning Anang
Kabupaten Kediri di Candi Surawana.
Candi Surawana (Surowono) adalah candi bercorak hindu yang terletak di Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri.Candi diperkirakan dibangun pada abad ke-14 untuk memuliakan Bhre Wengker, penguasa wilayah Wengker yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit, yang mangkat pada tahun 1388 M. Dalam Negarakertagama juga diceritakan bahwa pada tahun 1361 Raja Hayam Wuruk dari Majapahit pernah berkunjung bahkan menginap di Candi Surawana.Candi Surawana saat ini keadaannya sudah tidak utuh. Hanya bagian dasar yang telah direkonstruksi.
Kediri-regentschap bij de Surawana-tempel. De Surawana-tempel (Surowono) is een hindoeïstische tempel gelegen in het dorp Canggu, district Badas, regentschap Kediri. Men schat dat de tempel in de 14e eeuw is gebouwd ter ere van Bhre Wengker, de heerser van de Wengker-regio die onder het bewind stond van het koninkrijk Majapahit, die in 1388 na Christus stierf. In Negarakertagama wordt ook verteld dat koning Hayam Wuruk uit Majapahit in 1361 ooit de Surawana-tempel bezocht en er zelfs verbleef. De Surawana-tempel verkeert momenteel in onvoltooide staat. Alleen de basisonderdelen zijn gereconstrueerd.
Candi Tegowangi
adalah candi Hindu peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Berfungsi sebagai tempat pendharmaan (penyucian) Bhre Matahun (Rajasawarddhana) sekitar tahun 1400 M, terkenal dengan relief cerita Sudamala.
Corak Hindu yang terlihat dari arca seperti Dewi Parwati dan yoni naga, serta arsitektur bata-andesit yang unik dengan pilar polos yang belum selesai.
Berdasarkan Kitab Pararaton dan Negarakertagama, candi ini merupakan peninggalan penting Kerajaan Majapahit, menunjukkan perpaduan Hindu-Buddha. Kombinasi batu bata merah untuk pondasi dan andesit untuk bangunan.
Candi berbentuk Bujursangkar menghadap ke barat.
Ditemukan arca seperti Dewi Parwati (Ardhanari) dan Garudha berbadan manusia (Garudheya).
Tegowangi-tempel Het is een relikwie van een hindoeïstische tempel van het Majapahit-koninkrijk in het dorp Tegowangi, district Plemahan, regentschap Kediri, Oost-Java. Het functioneerde als een zuiveringsplaats van Bhre Matahun (Rajasawarddhana) rond 1400 na Christus en is beroemd om zijn reliëfs van het Sudamala-verhaal. Hindoeïstische patronen zijn te zien aan standbeelden zoals Dewi Parvati en Yoni Naga, evenals unieke baksteen-andesiete architectuur met onafgewerkte eenvoudige pilaren. Gebaseerd op het Boek van Pararaton en Negarakertagama is deze tempel een belangrijk relikwie van het Majapahit-koninkrijk, dat de hindoe-boeddhistische eenheid toont. Een combinatie van rode bakstenen voor de fundering en andesiet voor gebouwen. De tempel is vierkant van vorm en is naar het westen gericht. Beelden zoals Dewi Parwati (Ardhanari) en Garudha in menselijke vorm (Garudheya) werden gevonden.
Ativitas
"Selamat Hari Natal dan Tahun Baru 2026"
"Vrolijk kerstfeest en nieuwjaar 2026"
WANITA PELESTARI SANGGUL INDONESIA (WANITA BERSANGGUL INDONESIA) Kabupaten Kediri.
Dengan beranjangsana kepada teman yang merayakan Natal, itu adalah bentuk toleransi untuk saling menghargai dan memperkuat tali silaturahmi.
Salam toleransi dan guyub rukun selalu, rahayu.
Door contact te zoeken met vrienden die Kerstmis vieren, is het een vorm van tolerantie om elkaar te respecteren en de vriendschapsband te versterken. Groeten geduld en harmonie altijd, rahayu.
Kabupaten Kediri di acara Gumregahing Budaya tumrap Gen Z
Kediri Regency tijdens het Culturele Gumregahing-evenement voor Gen Z..
Hemels, in Kediri, Oost-Java, Indonesië.
Bij Warung Omah Lawas Kediri.
Bij de petit restaurant Omah Lawas Kediri.
| Datum | Evenement | Prijs | Waar | Status |
|---|---|---|---|---|
| 27-12-2025 | Kabupaten Kediri di acara Gumregahing Budaya tumrap Gen Z | Geen | Kediri | Finish |