Nieuws (Berita)

Rumah nDalem Semar, Jl. Sapto Pandiko no:55 Sukowidodo Barat Kec Karangrejo Kabupaten Tulungagung Jawa Timur 66253 Indonesie

Busana Jawa terbagi ke dalam beberapa tingkatan berdasarkan situasi penggunaannya, mulai dari upacara formal (Ageng), semi-formal (Madya), hingga pakaian sehari-hari (Alit).
Berikut adalah penjabaran busana Jawa Tengah/Yogyakarta:
1. Busana Ageng (Busana Utama/Besar)
Busana Ageng adalah pakaian adat tingkat tertinggi yang digunakan untuk upacara resmi, pernikahan, atau pertemuan istana. Busana ini menonjolkan estetika yang kompleks dan makna filosofis mendalam.

Contoh: Paes Ageng, Kanigaran, Basahan.
Ciri: Penggunaan jarik batik dengan motif khusus, kebaya beludru atau bahan berkualitas tinggi, serta hiasan emas dan keris bagi pria.
Penggunaan: Pernikahan (mantenan), upacara keraton, atau acara formal kenegaraan.

2. Busana Madya (Busana Semi-Lengkap)
Busana Madya merupakan busana adat semi-lengkap yang sering digunakan untuk acara yang formal namun tidak seakbar pernikahan, atau menghadiri pertemuan resmi.
Contoh: Jawi Jangkep (pada pria: baju surjan/beskap, kain batik/kamen, selendang, dan udeng/blangkon).
Ciri: Lebih sederhana dibandingkan Busana Ageng, namun tetap rapi dan sopan.
Penggunaan: Acara resmi, pertemuan adat, atau acara seremonial.

3. Busana Alit (Busana Sehari-hari/Ringan)
Busana Alit adalah pakaian adat tingkat dasar yang digunakan untuk aktivitas harian atau santai, namun tetap menonjolkan identitas budaya Jawa.
Contoh: Surjan lurik dengan kain jarik panjang (untuk pria), atau kebaya kutubaru sederhana dengan kain batik (untuk wanita).
Ciri: Nyaman, bahan lebih ringan, dan tidak menggunakan banyak aksesoris.
Penggunaan: Aktivitas sehari-hari, beribadah, atau kegiatan santai.
Perbedaan Dasar (Jogja vs Solo):
Yogyakarta: Jarik batik cenderung berwarna putih di bagian depan (pethakan).
Surakarta (Solo): Jarik batik dilempit (dilipat) dan pinggiran kain tidak boleh kelihatan.
Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta

Javaanse mode is onderverdeeld in verschillende niveaus op basis van de gebruikssituatie, variërend van formele ceremonies (Ageng), semi-formeel (Madya) tot alledaagse kleding (Alit).

Hieronder volgt een beschrijving van de mode van Centraal-Java/Yogyakarta:

1. Grote kleding (hoofd-/grote kleding) Aheng-kleding is het hoogste niveau van traditionele kleding dat wordt gebruikt bij officiële ceremonies, bruiloften of paleisbijeenkomsten. Deze outfit benadrukt een complexe esthetiek en een diepe filosofische betekenis. Voorbeelden: Een grote hoeveelheid water, water en water. Kenmerken: Het gebruik van batik jarik met speciale motieven, fluwelen kebaya of hoogwaardige materialen, evenals gouden versieringen en keris voor mannen. Gebruik: Bruiloften (ex-echtgenoten), paleisceremonies of formele staatsfeesten.

2. Modejurken (Semi-complete kleding) Madya Fashion is een half-complete traditionele jurk die vaak wordt gebruikt voor formele gelegenheden, maar niet zo groot als bruiloften of het bijwonen van officiële vergaderingen. Voorbeeld: Jawi Jangkep (voor mannen: surjan/beskap kleding, batik/kamen, sjaals en udeng/blangkon) Kenmerken: Eenvoudiger dan Ageng-kleding, maar nog steeds netjes en beleefd. Gebruik: Officiële evenementen, traditionele bijeenkomsten of ceremoniële gebeurtenissen.

3. Kleine kleding (dagelijks gedrag/licht) Busana Alit is een basisniveau van traditionele kleding dat wordt gebruikt voor dagelijkse of informele activiteiten, maar toch de Javaanse culturele identiteit benadrukt. Voorbeeld: Surjan lurik met lange jarik stof (voor mannen), of eenvoudige kutubaru kebaya met batikstof (voor vrouwen) Kenmerk: Comfortabel, lichter materiaal en gebruikt niet veel accessoires. Gebruik: Dagelijkse activiteiten, eredienst of vrijetijdsactiviteiten. Basisverschillen (Jogja vs Solo): Yogyakarta: Jarik batik is meestal wit aan de voorkant (pethakan) Surakarta (Solo): De batik jarik is gevouwen (gevouwen) en de randen van de stof mogen niet zichtbaar zijn.  Cultureel Bureau van de Speciale Regio Yogyakarta

BATIK PARANG
(Angka mengacu kepada gambar di bawah)

PARANG CURIGO (#1)
Motif batik ini terlihat unik dan rapi. Selain itu tajam dan bersahaja dari fisiknya, Parang Curigo berasal dari kata parang dan curigo. Kata curigo sendiri adalah nama lain dari bilah keris tanpa warangka. Bentuk keris bisa dilihat pada bentuk motif-motif geometrik-parang yang menyerupai luk keris. Adapun ciri khas dari pola batik parang curiga adalah hiasannya yang disusun sejajar dengan sudut 45 derajat. Kemudian selalu ada ragam hias berbentuk belah ketupat yang juga sejajar dengan ragam hias utama pola parang, ragam hias ini disebut sebagai mlinjon.

Motif batik ini banyak digunakan untuk menghadiri pesta. Dengan memakai kain batik motif ini, pemakai batik diharapkan dapat memiliki kecerdasan, kewibawaan, serta ketenangan.

PARANG RUSAK (#2)
Merupakan salah satu motif batik parang yang paling terkenal karena merupakan warisan dari Panembahan Senopati saat bertapa di pantai selatan. Terinspirasi dari deburan ombak yang terus menerus dan berkelanjutan.

Filosofinya adalah melambangkan kekuasaan dan kekuatan. Karena dalam pembuatannya butuh kesabaran tinggi agar nilai filosofisnya semakin mendalam dirasakan.

PARANG CENTONG (#3)
Motif Parang Centong atau juga disebut Centung merupakan ragam hias Parang yang memiliki bentuk seperti centong (alat mengambil nasi). Ada juga yang berpendapat bahwa parang centong (centung) artinya “wis ceta macak” (sudah pandai merias diri).

Jika ditilik dari arti kata sudah pandai merias diri, maka motif batik ini sangat cocok untuk wanita yang sudah menginjak dewasa, sehingga dia akan lebih terlihat cantik. Motif batik ini biasanya banyak dipakai untuk menghadiri acara pesta pernikahan dan juga digunakan untuk acara Pitonan, yakni upacara tujuh bulanan pada janin saat hamil.

PARANG PAMOR (#4)
Parang Pamor berasal dari kata Parang dan Pamor, Kata Pamor sendiri dalam bahasa jawa berarti aura atau energi yang terpancar dari diri seseorang. Dengan mengenakan batik ini, harapannya orang yang menggunakan motif batik Parang Pamor maka auranya akan keluar atau memancar (wis pecah pamore).

Sebenarnya masih banyak klasifikasi dari jenis motif batik parang tersebut seperti parang gendreh dan parang srimpi. Namun sebagian besar memiliki filosofi yang sama dan memiliki makna yang kurang lebih sama.

PARANG KLITHIK (#5)
Motif parang dgn ukuran yang lebih ringkas dan rapi, terlihat lebih kecil daripada motif parang lainnya.

Banyak digunakan oleh ksatria yang memiliki perawakan halus dan bijaksana, salah satunya adalah kembar Nakula dan Sadewa dalam tokoh pewayangan memakai motif batik jenis ini.

PARANG KUSUMO (#6)
Motif ini berasal dari dua suku kata yakni Parang yang berarti lereng, dan kusumo yang berarti bunga atau kembang. Pada jaman dulu motif batik Parang Kusumo hanya boleh dikenakan oleh kalangan keturunan Raja bila berada di dalam kraton. Pada era sekarang kain batik motif parang kusumo digunakan pada saat tukar cincin.

Makna yang terkandung dalam motif ini adalah bahwasanya hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin sebagaimana wangi harumnya bunga. Bagi orang Jawa keharuman yang dimaksud adalah keharuman batin dan perilaku, keharuman pribadi, taat pada norma-norma yang berlaku dan bisa membawa diri agar dapat terhindar dari berbagai bencana.

PARANG TUDING (#7)
Motif parang yang satu ini menunjukkan lambang jari telunjuk yang berkesinambungan dan rapi berjajar. Masih dengan warna khas batik klasik.

Memiliki makna bahwa pemakai batik ini diharapkan mampu menjadi pengarah, atau penunjuk untuk kehidupan yang lebih baik.

PARANG RUSAK BARONG (#8)
Merupakan pengembangan motif parang namun memiliki ukuran motif yang lebih besar daripada motif parang pada umumnya, kombinasi warna putih dan hitam gelap yang gagah.

Pada zaman dahulu hanya boleh dipakai oleh Raja, dan Parang Rusak Barong mempunyai makna bahwa Raja sebagai pemimpin harus selalu hati-hati, dapat mengendalikan diri (lahir dan batin) sehingga menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berwatak dan berperilaku luhur.

Sumber : Indonesianbatik

BATIK PARANG (De figuur verwijst naar de onderstaande afbeelding) LIJKT VREEMD (#1) 

Dit batikmotief ziet er uniek en netjes uit. Daarnaast is Parang Curigo scherp en pretentieus in zijn fysieke aandacht, afkomstig van de woorden parang en curigo. Het woord curigo zelf is een andere naam voor een keris-zwaard zonder warangka. De vorm van de keris is te zien in de vorm van geometrisch-machetemotieven die lijken op luk keris. Het kenmerkende van het verdachte parang-batikpatroon is dat de decoratie parallel is gerangschikt met een hoek van 45 graden. Dan is er altijd een verscheidenheid aan ornamenten in de vorm van een ruit die evenveel parallel lopen aan de belangrijkste ornamentale variant van machetepatronen; deze variëteit wordt mlinjon genoemd. Dit batikmotief wordt veel gebruikt om feesten bij te wonen. Door deze batikstof te dragen, wordt van batikdragers verwacht dat ze intelligentie, autoriteit en kalmte hebben.

GEBROKEN MACHETE (#2)

Het is een van de bekendste machete-batikmotieven omdat het een erfenis is van Panembahan Senopati, toen hij een kluizenaar was aan de zuidkust. Geïnspireerd door het voortdurende en voortdurende gekletter van de golven. Zijn filosofie is om macht en macht te symboliseren. Want om het te maken is veel geduld nodig, zodat de filosofische waarde dieper wordt gevoeld.

HET LIJKT OP EEN CENTONG (#3)

Het Parang Centong-motief, ook wel Centung genoemd, is een variëteit aan Parang-ornamenten die de vorm hebben van een centong (een gereedschap om rijst te maken). Er zijn ook mensen die beweren dat parang centong (centung) "wis ceta makak" betekent (al goed in make-up). Als je kijkt naar de betekenis van het woord dat al goed is in make-up, dan is dit batikmotief zeer geschikt voor vrouwen die volwassen zijn, zodat ze er mooier uitziet. Dit batikmotief wordt meestal veel gebruikt bij bruiloften en wordt ook gebruikt voor het Pitonan-evenement, een ceremonie die zeven maanden durft voor de foetus tijdens de zwangerschap.

HET IS ALS EEN PAMOR (#4)

Parang Pamor komt van de woorden Parang en Pamor, het woord Pamor betekent in het Javaans aura of energie die van een persoon uitstraalt. Door deze batik te dragen, hoopt men dat mensen die het Parang Pamor-batikmotief gebruiken, naar buiten zullen komen of stralen (heeft pamore gebroken). Er zijn eigenlijk nog steeds veel classificaties van de typen machete-batikmotieven zoals gendreh-machetes en srimpi-machetes. De meeste hebben echter dezelfde filosofie en min of meer dezelfde betekenis.

HET LIJKT EEN CLICHÉ (#5)

Het machete-motief, met een compacter en netter formaat, ziet er kleiner uit dan andere machetemotieven. Veel gebruikt door ridders met een delicate en wijze gestalte, waarvan één de tweeling Nakula en Sadewa is in poppenfiguren met dit type batikmotief.

HET LIJKT OP KUSUMO #6

Dit motief komt van twee lettergrepen, namelijk Parang, wat helling betekent, en kusumo, wat bloem of bloem betekent. In het verleden kon het Parang Kusumo batikmotief alleen worden gedragen door de nakomelingen van de koning wanneer zij in het paleis waren. In de huidige tijd wordt het kusumo-machete-motief batikstof gebruikt bij het uitwisselen van ringen. De betekenis van dit motief is dat het leven gebaseerd moet zijn op de strijd om de geur van geboorte en geest te vinden als de geur van bloemen. Voor Javanes is de geur in kwestie innerlijke geur en gedrag, persoonlijke geur, gehoorzaamheid aan toepasselijke normen en het vermogen om zichzelf te dragen om verschillende rampen te voorkomen.

HET IS ALS EEN KLAP IN HET GEZICHT (#7)

Dit machete-motief toont het symbool van de wijsvinger die continu en netjes op een rij staat. Nog steeds met de typische kleur van klassieke batik. Het betekent dat van de drager van deze batik wordt verwacht dat hij een regisseur kan zijn, of een aanwijzer voor een beter leven.

LIJKT VERWOEST TE ZIJN DOOR EEN NIEUWE GOLF VAN GEWELD (#8)

Het is een ontwikkeling van het machete-motief, maar heeft een grotere omvang dan het machete-motief in het algemeen, een indrukwekkende combinatie van wit en donkerzwart. In de oudheid mocht het alleen door de koning worden gebruikt, en de Parang Rusak Barong betekent dat de koning als leider altijd voorzichtig moet zijn, zichzelf moet beheersen (geboren en bewust) zodat hij een leider wordt die verantwoordelijk is, karakter heeft en zich nobel gedraagt. Bron: Indonesianbatik

Korwil Duitsland. WBI/WPSI

Welkom op onze nieuwspagina! Hier delen we de laatste feiten en wetenswaardigheden over Cultuur Indonesië en onze activiteiten. Blijf op de hoogte van al het nieuws over onze vereniging.

Selamat datang di halaman berita kami! Berikut kami bagikan fakta dan fakta terbaru tentang Culture Indonesia dan kegiatan kami. Tetap terinformasi tentang semua berita tentang asosiasi kami.

Weten jullie , gisteren de Korwil German , op 14 maart 2026 opgericht.
Ketua : ibu Nona
Penasehat : ibu Indrajanti
Bendahara : Nurul Hapsari ,,
Uitbreiding van Wpsi( Wbi) komunitas
Volgens de plan deze dames komen op de plan van Bezoek aan Delft op 16 mei yad,, de kans met deze dames even handen schudden om te feliciteren

Tahukah Anda, kemarin Jerman Korwil, didirikan pada 14 Maret 2026.Ketua : ibu Nona Penasehat : ibu IndrajantiBendahara : Nurul Hapsari ,,Perluasan komunitas WpsiMenurut rencana, para wanita ini akan datang dengan rencana Kunjungan ke Delft pada tanggal 16 Mei yad, kesempatan untuk berjabat tangan dengan para wanita ini untuk memberi selamat

Kriteria Penilaian 10 besar korwil terbaik :
1.Acara :
* Mengadakan acara sendiri ataupun undangan.
*Kwalitas acara
*Sering mengikuti acara2 Nasional atau acara2 bersama utk mempererat kebersamaan dan Persatuan.
*Konsisten, paling tidak setiap bulan ada 1 acara.

2.Organisasi :
* Perkembangan anggota
* Menjaga kerukunan dan mengutamakan kebersamaan.
* Mengatasi masalah : bisa mengatasi masalah intern korwil sendiri.

3.Nilai merah :
-Mengadakan kegiatan2 yg dilarang yang menyebabkan perpecahan dan kecemburuan sosial serta menimbulkan gap.
Contoh : membuat group didalam group.

Urutan 10 besar Korwil terbaik WPSI/WBI 17 Oktober 2025 -17 Oktober 2026.
1.Jabodetabek, 2.Banjarnegara, 3.Salatiga, 4.Solo, 5.Tulungagung, 6.Kediri
7.Sidoardjo, 8.Bandung, 9.Malang, 10.Surabaya

Beoordelingscriteria voor de top 10 beste regionale corregio's:

1. Evenementen:

* Houd je eigen evenement of uitnodiging.

*Evenementkwaliteit

*Neem vaak deel aan nationale evenementen of gezamenlijke evenementen om de samenhorigheid en eenheid te versterken.

*Consistent, minstens één gebeurtenis per maand.

2. Organisatie:

* Ledenontwikkeling

* Houd harmonie en geef prioriteit aan samenhorigheid.

* Problemen oplossen: kan interne problemen van de regionale organisatie zelf oplossen.

3. Rode waarde:

-Verboden activiteiten houden die sociale verdeeldheid en jaloezie veroorzaken en gaten creëren.

Voorbeeld: maak een groep aan binnen een groep.

De volgorde van de top 10 beste Korwil WPSI/WBI van 17 oktober 2025 tot 17 oktober 2026.

1. Jabodetabek, 2. Banjarnegara, 3. Salatiga, 4. Solo, 5. Tulungagung, 6. Kediri

7. Sidoardjo. 8 Bandung, 9. Malang, 10. Surabaya

Semua demi kebersamaan. Dengan kebersamaan maka semua akan terasa indah. 03-02-2026

Allemaal voor het samenzijn. Met saamhorigheid zal alles mooi aanvoelen. 03-02-2026

2022: WBI/WPSI Jabodetabek is opgericht door de hr. Cak Ries Handono en zijn vrouw Mw. Sami Rahayu, bevestigd in Surabaya.

Tot voorzitter was aangesteld Mw Dini Handini tot 2023

WBI/WPSI Jabodetabek didirikan oleh Bapak. Cak Ries Handono dan istrinya Ibu Sami Rahayu, dikonfirmasi di Surabaya.

Ibu Dini Handini ditunjuk sebagai ketua hingga 2023..

2023: Tot voorzitter is benoemd Mw Ignatia Titi Haeni tot december 2025. Tot nog toe nog geen vervanger. Is in proces. Jabodetabek valt nu nog onder WBI/WPSI Central in Surabaya

Ibu Ignatia Titi Haeni telah ditunjuk sebagai Ketua hingga Desember 2025. Sejauh ini tidak ada pengganti. Sedang dalam proses. Jabodetabek saat ini masih menjadi bagian dari WBI/WPSI Pusat di Surabaya 

05-01-2026; De naam Jabodtabek blijft bestaan, er komt alleen een onderverdeling van elke stad. Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang en Bekasi.

10-01-2026: Nieuw lid mw Yani, woonachtig in Nieuwegein Utrecht

10-01-2026: Anggota baru Ibu Yani, tinggal di Nieuwegein Utrecht.

Nama Jabodtabek tetap ada, hanya akan ada subdivisi dari masing-masing kota. Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi.

16-01-2026: Ditunjuk oleh Dewan DKI Jakarta

18-04-2026: WBI Belanda op bezoek geplanned naar Jakarta, mw Herda Susanti

18-04-2026: WBI Belanda berencana berkunjung ke Jakarta, Ibu Herda  Susanti

18-05-2026: Foto sessie Molen in Delft. Jannie van der Valk

18-05-2026: Sesi foto Kincir Angin di Delft. Jannie van der Valk

 

 

 

 

๐—™๐—ถ๐—น๐—ผ๐˜€๐—ผ๐—ณ๐—ถ ๐—ง๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด

“๐™ˆ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ ๐™ข๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™‚๐™ช๐™จ๐™ฉ๐™ž, ๐™ข๐™ช๐™™๐™๐™ช๐™ฃ ๐™ข๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™š๐™จ๐™–๐™ข๐™ž”

Naik kepada Tuhan, turun pada sesama. ๐˜›๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ.Tumpeng bukan hanya makanan, tetapi pengingat dalam hidup. ๐˜›๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ธ๐˜ถ๐˜ซ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ, ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ด๐˜ข ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ธ๐˜ถ๐˜ณ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜Ž๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ช ๐˜’๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜”๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜‹๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ช.

๐˜š๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜•๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ช๐˜บ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ถ๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ,

๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ข ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ธ๐˜ฆ. ๐˜ˆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข๐˜ณ๐˜จ๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฐ, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ. ๐˜—๐˜ถ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ธ๐˜ข๐˜ฆ,

๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ฐ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต. ๐˜›๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ข ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ณ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ข, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ฅ๐˜ช. ๐˜๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜‘๐˜ข๐˜ธ๐˜ข, ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฑ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ค๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜Ž๐˜ถ๐˜ด๐˜ต๐˜ช, ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ด๐˜ฐ๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช. 

Tumpeng itu berbentuk menjulang tinggi mengingatkan manusia agar selalu sadar bahwa yang paling tinggi adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Segala usaha dan kehidupan pada akhirnya harus kembali kepada-Nya. Namun tumpeng tidak berdiri sendiri. Di sekelilingnya ada lauk dan hidangan,

pertanda bahwa hidup tidak bisa dijalani sendirian. Ada keluarga, tetangga, dan sesama yang perlu dijaga dan dihormati. Puncak tumpeng bukan untuk sembarang orang, melainkan untuk yang paling dimuliakan. Sebagai pengingat bahwa derajat bukan ditentukan harta, melainkan laku dan budi. Dalam pandangan Jawa,

hidup yang baik adalah hidup yang seimbang: selalu ingat kepada Tuhan, rendah hati kepada sesama.

 

๐—ง๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด = ๐—ง๐˜‚๐—บ๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป, ๐—ง๐˜‚๐—บ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฝ-๐—ฎ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฝ ๐˜›๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ ๐™„๐™ฃ๐™œ ๐™…๐™–๐™ฌ๐™–, ๐™จ๐™š๐™Ÿ๐™–๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™š ๐™ฉ๐™ช๐™ข๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ ๐™ž๐™ ๐™ช ๐™™๐™ช๐™™๐™ช ๐™ข๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ๐™–๐™ฃ.

๐˜ผ๐™ฃ๐™– ๐™ก๐™–๐™ ๐™ช, ๐™™๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™– ๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ง๐™š๐™ฅ-๐™–๐™ง๐™š๐™ฅ ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™–๐™—๐™š๐™ฃ ๐™ฌ๐™ช๐™Ÿ๐™ช๐™™๐™š. 

Tumpeng iku lumrahe digawe kanggo kenduren, slametan, syukuran, lan sak panunggalane, minangka wujud donga, pangarep-arep,

lan rasa syukur marang Pengeran Kang Maha Welas Asih. Tumpeng iku ora mung panganan. Nanging uga pepeling lan pangarep-arep.

Pangarep-arep sing ditata. Wujud laku lan donga. Tumpeng biasane digawe saka sega putih utawa kuning. Bentuke dhuwur munjung,

minangka tandha manawa manungsa kudu nduwe tujuan: tumuju marang Pengeran.

๐—ฆ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐˜‚๐˜๐—ถ๐—ต

Putih dimaknai minangka pujaning ratih. Puja tegese donga, ratih maknane kaendahan lan kasucen.

๐˜›๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜ด๐˜ถ๐˜ค๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฑ ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข.

๐—ฆ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ ๐—ž๐˜‚๐—ป๐—ถ๐—ป๐—ด

Kuning dimaknai minangka lakuning wening. Laku tegese lelampahan urip, wening maknane tenang lan bening.

๐˜›๐˜ฆ๐˜จ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ฆ, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฏ๐˜จ๐˜จ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ฆ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ด๐˜ถ, ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ธ๐˜ข ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ด๐˜ถ.

๐™„๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™ช๐™ข๐™ฅ๐™š๐™ฃ๐™œ, ๐™ฅ๐™ช๐™ฉ๐™ž๐™ ๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™ฅ๐™–๐™™๐™๐™–-๐™ฅ๐™–๐™™๐™๐™– ๐™™๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™–. ๐˜ฝ๐™š๐™™๐™–๐™ฃ๐™š ๐™ข๐™ช๐™ฃ๐™œ ๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™ง๐™–๐™จ๐™– ๐™—๐™–๐™ฉ๐™ž๐™ฃ ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™ฃ๐™œ๐™ž๐™ง๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ž. ๐˜ฟ๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™– ๐™ ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™ช๐™˜๐™ž ๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™™๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™– ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™œ,

๐™ž๐™ ๐™ช ๐™™๐™ค๐™ฃ๐™œ๐™– ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™˜๐™š๐™™๐™๐™–๐™  ๐™ข๐™–๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™‚๐™ช๐™จ๐™ฉ๐™ž.

Nanging tumpeng ora ngadeg piyambakan. Ana sega, sayur, lan lawuh ing sakupenge.

๐™๐™š๐™œ๐™š๐™จ๐™š, ๐™ฅ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ง๐™š๐™ฅ-๐™–๐™ง๐™š๐™ฅ ๐™ค๐™ง๐™– ๐™—๐™–๐™ ๐™–๐™ก ๐™ฉ๐™ช๐™ข๐™š๐™ ๐™– ๐™ฎ๐™š๐™ฃ ๐™ก๐™–๐™ ๐™ช ๐™ช๐™ง๐™ž๐™ฅ ๐™ฃ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก ๐™จ๐™š๐™จ๐™–๐™ข๐™ž.

Mula wong Jawa nyawiji antarane: ndonga marang Pengeran lan tumindak becik marang manungsa.

Pengarep-arep sing becik ora mung munggah ing langit, nanging uga tumapak ing bumi.

๐™๐™ง๐™ž๐™ฅ ๐™ ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™จ๐™–๐™ข๐™ฅ๐™ช๐™ง๐™ฃ๐™– ๐™ž๐™ ๐™ช ๐™จ๐™ž๐™ฃ๐™œ ๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™ฌ๐™ž๐™Ÿ๐™ž๐™ ๐™–๐™ ๐™š ๐™ ๐™–๐™ฅ๐™ž๐™ฉ๐™–๐™™๐™ค๐™จ๐™–๐™ฃ (๐™ž๐™ข๐™–๐™ฃ), ๐™ก๐™–๐™ ๐™ช, ๐™ก๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™จ๐™ง๐™–๐™ฌ๐™ช๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ.

๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ต ๐—•๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜€๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฎ ๐—ง๐˜‚๐—บ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐—ด = ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ท๐˜‚ ๐—ง๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป, ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป

Tumpeng Dalam tradisi Jawa, sesungguhnya tumpeng bukan sekadar makanan. Di dalam setiap wujudnya terdapat laku hidup, doa, dan harapan.

Tumpeng lazim dibuat untuk acara kenduri, slametan, syukuran, dan sejenisnya, sebagai wujud doa, harapan, dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Tumpeng bukan sekadar makanan. Ia juga merupakan pengingat dan harapan. Harapan yang ditata. Wujud dari laku hidup dan doa.

Tumpeng biasanya dibuat dari nasi putih atau nasi kuning. Bentuknya tinggi menjulang, menjadi tanda bahwa manusia harus memiliki tujuan:

menuju Tuhan Yang Maha Kuasa.

Nasi putih Putih dimaknai sebagai pujaning ratih. Puja berarti doa, ratih bermakna keindahan dan kesucian.

Artinya, nasi putih melambangkan doa yang lahir dari hati yang bersih, suci dari pamrih dan keinginan buruk.

Nasi kuning Kuning dimaknai sebagai lakuning wening. Laku berarti perjalanan hidup, wening bermakna tenang dan bening.

Artinya,

nasi kuning melambangkan doa yang dijalani dengan batin yang tenteram, tidak tergesa-gesa dan tidak dikuasai hawa nafsu.

Dalam tumpeng, nasi putih dan kuning sama-sama doa yang dipanjatkan.

Perbedaannya hanya pada keadaan batin yang menyertainya. Doa yang suci dan doa yang tenang, adalah doa yang dekat kepada Tuhan.

Namun tumpeng tidak berdiri sendiri. Ada nasi, sayur, dan lauk-pauk di sekelilingnya.

Artinya, harapan tidak akan sampai jika perjalanan hidup meninggalkan sesama.

Karena itu, orang Jawa menyatukan antara: berdoa kepada Tuhan dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Harapan yang baik tidak hanya naik ke langit, tetapi juga berpijak di bumi.

Hidup yang sempurna adalah hidup yang menyatukan iman, laku, dan hubungan sosial.

Tumpeng - yen metu kudu mempeng ( setiap tindakan harus totalitas )

- Bentuk kerucut ( hubungan vertikal )

Melambangkan simbol rasa hormat kepada Tuhan Yang Maha Esa

- 7 jenis lauk ( pitu ) Angka 7 artinya pitulungan atau pertolongan, doa agar dapat pertolongan dari Tuhan

- Nasi putih Melambangkan suci bersih

- Ayam jago Melambangkan agar tidak sombong

- Ikan teri Melambangkan kerukunan

- Telur rebus Artinya segala sesuatu butuh proses

- Urap Melambangkan kemampuan menafkahi keluarga dan lingkungan yg harmonis

- Simbol syukur dan harapan Bukan penulisan tapi bisa dipakai utk Jurnal